Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin cepat dinilai membawa peluang besar sekaligus risiko baru bagi masyarakat. Tanpa pemahaman yang memadai, pemanfaatan AI berpotensi menimbulkan dampak negatif, mulai dari penyalahgunaan teknologi hingga kesenjangan literasi digital. Kondisi inilah yang mendorong pelaksanaan program literasi AI di Kabupaten Wonosobo.
Melalui kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo dan ICT Watch, masyarakat diperkenalkan pada pemahaman fundamental tentang AI, cara kerjanya, manfaat, serta risiko yang perlu diantisipasi.
Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menjelaskan program ini dirancang agar peserta tidak hanya mengenal teknologi secara teknis, tetapi juga memahami aspek etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Hal ini ia sampaikan saat membuka acara Pelatihan HerTech pada Selasa, 16 Desember 2025 di Mangunkusumo Setda.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini memperlihatkan pemanfaatan AI yang relevan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang di masa depan.
Lebih lanjut ia menyampaikan, Kabupaten Wonosobo tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam program ini, yakni 1.050. Tingginya partisipasi tersebut dinilai mencerminkan kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah daerah terhadap pentingnya literasi AI di tingkat lokal.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Khristiana Dhewi, mengatakan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, dan belajar. Namun, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa kesenjangan literasi digital yang perlu direspons secara serius.
Maka dari itu, menurutnya penguatan literasi digital, termasuk AI, menjadi langkah penting agar masyarakat siap menghadapi perubahan teknologi secara aman, etis dan produktif.
Dengan tajuk Pelatihan HerTech: Perempuan Berdaya AI, program ini menyasar beragam kelompok, mulai dari pelaku UMKM, organisasi perempuan, mahasiswa, ASN, hingga pelajar. Kegiatan berlangsung pada 16–19 Desember 2025 di sejumlah lokasi di Wonosobo, sebagai upaya membangun kesiapan masyarakat menghadapi dampak perkembangan AI yang kian masif. (FAZ)