Pemerintah Kabupaten Wonosobo menutup tahun 2025 dengan melakukan refleksi atas kinerja pembangunan daerah sekaligus menyusun arah kebijakan ke depan. Evaluasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Refleksi Kinerja Pemerintah Kabupaten Wonosobo Tahun 2025 di Pendopo Selatan pada Rabu 31 Desember 2025
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan bahwa berbagai capaian dan prestasi yang diraih selama 2025 menjadi hasil kolaborasi dan gotong royong lintas sektor. Namun demikian, ia menegaskan perlunya menjaga kepercayaan publik dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kebijakan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Bupati, keterbatasan fiskal masih menjadi tantangan yang memengaruhi percepatan pembangunan infrastruktur, sehingga dibutuhkan perencanaan yang matang, inovasi pengelolaan anggaran, serta penentuan prioritas yang lebih tepat sasaran. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian yang ramah lingkungan serta pengelolaan pariwisata berkelanjutan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat.
Dalam refleksi tersebut, Afif turut menyinggung berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, stunting, anak tidak sekolah, keterbatasan akses air bersih, dan pengelolaan sampah yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Terkait Indeks Pembangunan Manusia, ia menyampaikan bahwa IPM Wonosobo mengalami peningkatan dari 69,04 pada 2020 menjadi 71,50 pada 2025, meski masih perlu terus ditingkatkan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menyampaikan apresiasi atas kinerja dan sinergi seluruh pihak sepanjang 2025. Ia menekankan bahwa setiap prestasi yang diraih perlu diukur dari dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Wonosobo juga memberikan penghargaan kepada perangkat daerah, kecamatan, desa, serta pihak-pihak yang dinilai