Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

PENGUATAN SPIRITUAL PELAJAR LEWAT GEBYAR APRESIASI PPKS

Jumat, 12 Desember 2025
Dilihat 10 kali

Upaya membangun karakter pelajar Wonosobo semakin digencarkan melalui gelaran Gebyar Apresiasi Penguatan Percepatan Kompetensi Spiritual (PPKS) yang diikuti sekitar 700 siswa di Gedung Adipura Kencana, pada Kamis 11 Desember 2025. 

Kegiatan ini tidak hanya menonjolkan kecerdasan akademik, tetapi juga memperkuat aspek spiritual dan budaya sebagai fondasi pembentukan generasi muda.

Kasi Kurikulum SD Disdikpora Wonosobo, Nardi, menyampaikan Program PPKS dirancang untuk menanamkan nilai agama sejak dini dengan pendekatan inklusif lintas keyakinan.  Ia menjelaskan, siswa dari lima agama diberi pembelajaran sesuai kitab suci masing-masing. Nardi menyebut, kegiatan ini juga diwarnai penyerahan bantuan bagi siswa penyandang disabilitas dari CSR Geodipa sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan berkeadilan.

Nardi menambahkan, dalam program ini siswa Muslim tingkat SD ditargetkan hafal surat-surat pendek Juz 30, sementara jenjang SMP diarahkan memahami maknanya. 
Siswa agama lain mengikuti pola serupa sesuai ajaran masing-masing. Ia menuturkan, pendekatan ini dirancang untuk memperkokoh akidah, pemahaman kitab suci, serta pembiasaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program ini, yang bahkan masuk tiga besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP). Ia menyampaikan, pendidikan membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual, sehingga pelajar memiliki kompas moral yang kuat di tengah perubahan zaman. 

Husein menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah membentuk siswa yang berkarakter, santun, dan tidak tercerabut dari akar budayanya.