Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Endang Lisdyaningsih menyikapi naiknya retribusi sampah di TPA Wonorejo. DLH mengajak masyarakat untuk peduli terhadap pengelolaan sampah.
Belum lama ini viral video yang memperlihatkan protes sejumlah warga terkait naiknya retribusi sampah di TPA Wonorejo. Sebelumnya tarif retribusi Rp10 ribu per ton, kini menjadi Rp110 ribu per kilo.
Pada saat konferensi pers pada Kamis, 30 Januari 2025 di kantor DLH, Endang menjelaskan, kenaikan tersebut berdasarkan dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perhitungan Retribusi Sampah Masuk TPA.
Endang menjelaskan, kini retribusi sampah Rp110 per kilo, kemudian setiap KK diprediksi menghasilkan 2 kilogram sampah. Sehingga per hari Rp220 ribu. Tarif ini telah dikaji dan disepakati DPRD dengan mendapat subsidi dari pemerintah daerah sebanyak 50 persen.
Dijelaskan Endang, kondisi terkini di TPA Wonorejo sampah yang masuk tiap harinya mencapai 120 hingga 130 ton. Bila tak ada upaya lebih, cepat atau lambat TPA akan overload. Bahkan pernah mengalami longsor pada 2020 dan 2023.
Beberapa upaya yang telah dilakukan yakni membangun TPS 3R, yang kini sudah berjalan di empat wilayah, yakni Dieng, Tieng, Sukoharjo dan Talunombo. Selain itu terdapat juga Pengolahan Daur Ulang (PDU) di Sendangsari. Maka dari itu diharapkan nantinya, tak banyak sampah yang masuk ke TPA.