Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

PETERNAK KAMBING DI WONOSOBO JUALAN VIA LIVE

Senin, 26 Mei 2025
Dilihat 11 kali

Seorang peternak domba di Dusun Larangan, Desa Bomerto, Wonosobo, Ali Murtadho, memilih cara unik untuk mendongkrak penjualan hewan kurban jelang Idul Adha 1446 H. Ia menggandeng lima perempuan muda untuk melakukan live streaming penjualan kambing kurban di TikTok dan Instagram langsung dari kandang. Strategi ini terbukti efektif menjangkau calon pembeli di jagad maya dan mendongkrak visibilitas peternakannya.

Ali mengungkapkan, pemasaran hewan kurban saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional. Ia menyadari pentingnya adaptasi di era digital, sehingga menjadikan media sosial sebagai kanal utama penjualan. Menurutnya, dengan menjual langsung dari peternakan ke konsumen, harga bisa lebih bersaing dan transparan. Ali menuturkan, setiap tahun dirinya mampu menjual hingga 60 ekor, dan tahun ini setidaknya 200 ekor domba kurban siap jual.

Harga kambing yang dijual di Peternakan Pak Ali cukup bervariasi antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan berat. Pembeli pun diberi kebebasan bertanya dan melihat kondisi hewan secara langsung. Ali menambahkan, selain bebas ongkir untuk wilayah sekitar, peternakannya buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB untuk melayani konsumen. Ia berharap strategi ini bisa memperluas pasar dan mendongkrak penjualan di masa mendatang.

 

Para sales promotion girl (SPG) yang direkrut Pak Ali tampak telaten menjelaskan jenis, ukuran, hingga harga kambing kepada warganet melalui siaran langsung di media sosial. Salah satu SPG, Rahma Widyaningsih, mengaku tidak khawatir melakukan live dari kandang karena kebersihannya yang terjaga. Ia juga menyebutkan adanya sistem komisi 10 persen untuk setiap hewan yang berhasil dijual. Ia mengatakan, banyak masyarakat yang tertarik dan akhirnya datang langsung ke kandang setelah melihat live streamingnya.