Puluhan peternak sapi di Wonosobo mengikuti Bimtek Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Mereka didorong untuk bisa meningkatkan hasil peternakan sehingga bisa mewujudkan agribisnis. Sebanyak 22 sapi di Wonosobo terindikasi penyakit tersebut.
Bimbingan Teknis Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit LSD dilaksanakan di Hotel Surya Asia, pada Senin 11 April 2023. Puluhan peternak sapi dari Kecamatan Kepil dan Kalibawang mengikuti kegiatan tersebut, mereka mendapat materi bagaimana mengelola peternakan sapi dan mencegah penyakit pada hewan sapi tersebut.
Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina mengatakan, bimtek tersebut bertujuan untuk mendorongn kemampuan beternak sapi. Sehingga diharapkan bisa semakin meningkatkan peluang menjadi agribisnis.
Dia menilai, potensi peternakan sapi di Wonosobo cukup baik, maka dari populasi yang ada dia ingin ada peningkatan. Sebab dia menilai kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap daging sapi hari ini makin banyak.
Selain memberikan bimtek, dia juga memberikan dukungan lain pada peternak sapi di Wonosobo. Antara lain dengan pemenuhan bibit unggul sapi dan kerja sama dengan Balai Besar Veteriner Wates terkait kesehatan pada hewan ternak tersebut.
Pada saat yang sama, Kepala Balai Besar Veteriner Wates drh. Hendra Wibawa menjelaskan, di Wonosobo terdapat 22 ekor sapi yang terindikasi LSD. Pencegahan penyakit ini paling tepat dilakukan dengan vaksinasi. Namun karena keterbatasannya para pemelihara sapi diimbau untuk memelihara sapi dengan baik dan memastikan kandang dalam keadaan bersih dan tidak lembab.
Dia menambahkan kematian dari penyakit LSD ini lebih rendah dari PMK. Daging pada sapi yang terkena LSD masih bisa dikonsumsi, namun tidak dengan kulitnya. Penyakit ini juga tidak menular pada manusia.
Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Peternakan dan Perikanan Heri Prasetyo mengatakan di Wonosobo saat ini terdapat 22 ribu populasi sapi. Dia juga berharap bagi masyarakat yang memiliki sapi terindikasi LSD tidak segan lapor agar hewan ternaknya bisa segera tertangani.