Gerakan PKK Kabupaten Wonosobo mulai mematangkan arah kebijakan tahun 2026 melalui rangkaian Rakerda, Rakon, dan pencanangan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana Kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di gedung Sasana Adipura Kencana pada Senin 8 Desember 2025 ini, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan keluarga dan memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penyelarasan gerakan PKK menuju tahun kerja baru. Ia menyampaikan, PKK harus bergerak bersama OPD, camat, kepala desa, hingga lembaga pendidikan agar program 2026 lebih tepat sasaran. Ia menegaskan, pencanangan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana menjadi langkah strategis untuk mendorong PKK sebagai agen perubahan dalam pembangunan keluarga dan kependudukan.
Dyah menjelaskan, sebelumnya dalam Rakernas PKK yang ke X menghasilkan tiga dokumen strategis nasional untuk Gerakan TP PKK periode 2025-2029 yaitu Rencana Induk Gerakan PKK 2025–2029, Strategi Gerakan PKK, dan Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan PKK. Terkait hal ini, ia mengungkapkan, fokus lima tahun mendatang berada pada ketahanan keluarga, perlindungan anak, serta digitalisasi data dasawisma.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelayanan KB MKJP kepada 27 akseptor sebagai bentuk implementasi program keluarga berencana. Pelayanan ini mendukung pengaturan jarak kelahiran dan kesehatan ibu.
Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein menuturkan, forum ini sebagai ruang penting untuk memastikan gerakan PKK sejalan dengan kebijakan nasional hasil Rakernas X. Ia menekankan, PKK merupakan mitra utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga, sehingga arah gerakan harus selaras dengan strategi nasional. Menurutnya, PKK harus menjadi gerbang edukasi perencanaan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Wonosobo.