Palang Merah Indonesia (PMI) Wonosobo memastikan ketersediaan darah aman dan tercukupi. Namun PMI tetap melakukan antisipasi lonjakan permintaan darah menjelang ramadan.
Hal tersebut dikatakan Ketua PMI Heru Kurniawan Kurdiansyah kepada wartawan pada Senin, 5 Januari 2025 di kantornya. Ia menjelaskan kebutuhan darah di Wonosobo rata-rata perbulan mencapai 900 hingga 1000 kantong.
"Ketersediaan darah di PMI dalam beberapa tahun terakhir ini bisa tercukupi. Bahkan akhir-akhir ini stok darah di PMI diperbantukan ke kota sekitar Wonosobo, seperti Temanggung dan Banjarnegara," ucap Heru kepada wartawan.
Menurutnya, menjelang puasa dan lebaran kebutuhan darah meningkat dari biasanya, yakni bisa mencapai 250 sampai 300 kantong. Seperti halnya tahun lalu, yang berbarengan dengan meningkatnya kasus demam berdarah (DB) di Wonosobo.
"Jadi setiap habis lebaran itu puncak tinggi-tingginya kebutuhan darah. Karena mungkin sebulan puasa makan tidak teratur, lalu ada juga yang melahirkan. Saat DB tahun lalu akhirnya kami minta bantuan TNI dan Polri untuk donor," kata Heru.
Maka dari itu pihaknya telah menyiapkan antisipasi, yakni menggencarkan donor darah melalui Mobil Unit Donor Keliling. "Paling tidak target 300 itu kita harus dapat 30 persen atau sekitar 90 an kantong," kata Heru.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemkab Wonosobo pada momen tarawih keliling (tarling) di sejumlah desa. "Khusus tarling, bagi pendonor laki-laki kami beri souvenir sarung. Kalau yang perempuan dapat mukena," imbuh Heru.
Ia mengajak masyarakat untuk donor darah, sebab setetes darah bisa menyelamatkan nyawa manusia. Seseorang yang rutin donor menurutnya bisa dipastikan sehat.
"Karena sebelumnya harus melakukan sejumlah tes kesehatan seperti tensi, HB, hepatitis, sipilis dan HIV. Kalau orang donor darah juga tidak boleh dalam kondisi mengonsumsi obat," tutupnya.