Wadaslintang ternyata tidak hanya memiliki potensi di budidaya ikan air tawa saja, akan tetapi daerah ujung selatan Kabupaten Wonosobo ini juga memiliki potensi berupa Kopi.
Salah satu daerah yang memiliki akses paling sulit di Wadaslintang yaitu Desa Erorejo ternyata memilki potensi luar biasa yang tersembunyi yaitu Kopi Robusta Gunung Windu. Bahkan kopi asal desa ini sudah dinikmati hingga Australia.
Petani Kopi Robusta, Sutikno mengaku pihaknya sudah memulai usaha ini sejak 2013. Meski sedikit demi sedikit merintis, hasil kopi daerahnya akhirnya bisa menembus pasar internasional pada 2019 lalu.
Sutikno menceritakan, awalnya Kopi Robusta Gunung Windu ini dibawah oleh Pemkab Wonosobo ke salah satu event di Provinsi Jawa Tengah. Karena cita rasanya yang pas dilidah, akhirnya sebenyak 1 ton Kopi Robusta Gunung Windu memasuki pasar Australia untuk pertama kalinya. Akan tetapi karena adanya pandemic covid-19, kegiatan ekspor tersebut belum dilanjutkan sampai sekarang.
Meskipun demikian, sutikno mengaku hal ini bukan menjadi masalah yang besar bagi dirinya. Sampai saat ini pemasaran Kopi Robusta Gunung Windu terbilang lancar. Ia masih rutin mengirimkan hasil produksi kopinya ke beberapa kafe di Wonosobo.
Selain itu dalam setiap event pameran di Wonosobo, produknya tidak pernah absen untuk ikut berpartisipasi. Hal ini sangat membantunya dalam hal pemasaran .
Selama memasuki masa panen, hasil roasting Kopi Robusta Gunung Windu mencapai 25/kg. Ia berharap kedepannya ada bantuan berupa peralatan kopi karena sampai saat ini belum ada bantuan tersebut. (FAZ)