Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

POTENSI UBI MADU JADI ANDALAN BARU KETAHANAN PANGAN WONOSOBO

Rabu, 10 Desember 2025
Dilihat 37 kali
POTENSI UBI MADU JADI ANDALAN BARU KETAHANAN PANGAN WONOSOBO

Upaya memperkuat ketahanan pangan di Wonosobo mendapat dorongan baru melalui panen ubi madu di Kenteng, Kelurahan Kejiwan, pada Selasa 9 Desember 2025. Panen bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Wonosobo itu mencatat produktivitas 12–13 ton per hektare dan menunjukkan bahwa umbi lokal berpotensi menjadi penopang dan kekuatan baru sektor pasokan pangan daerah.

Ketua KTNA Wonosobo, Untungno menjelaskan, panen dilakukan pada 2 titik berbeda, yakni di lahan Kejiwan, Wonosobo serta Besani, Leksono dengan total area sekitar dua hektare. Untungno menyampaikan, pihaknya kini menggarap ubi madu dengan total lahan 9 hektare bersama 21 petani sebagai mitra. Ia menambahkan, hasil panen disortir dalam beberapa grade, untuk menyesuaikan jalur distribusi, dari pasar lokal hingga ekspor.

Ia menuturkan, grade A dikirim ke Singapura, grade B masuk supermarket, sedangkan grade C dipasarkan melalui toko atau kios ubi ovenan. Sementara itu, grade D dialokasikan ke pabrik untuk produksi keripik, grubi, dan olahan lainnya. Untungno menegaskan, pola tanam dihitung berdasarkan kebutuhan pasar agar harga tetap stabil, dan masa panen yang normal empat bulan dapat berubah bergantung kesuburan tanah.

Sementara itu, Kepala Dispaperkan Wonosobo, Dwiyama SB, menilai ubi madu memiliki peluang besar meski masih dianggap sebagai komoditas pangan tradisional. Ia menyampaikan, peluang pasar akan terbuka lebih luas apabila petani bermitra dengan perusahaan pengolahan maupun distributor, termasuk kemungkinan ekspor ke berbagai daerah hingga luar negeri.

Ia menuturkan, dukungan teknologi pengolahan dan kemitraan menjadi kunci agar komoditas ini tidak hanya dikonsumsi lokal tetapi mampu menembus pasar yang lebih besar. Panen bersama KTNA ini diharapkan dapat menjadi pemicu berkembangnya sektor pangan lokal serta membuka jalan bagi petani Wonosobo untuk meningkatkan skala usaha mereka.