Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Proses Pengusulan Sri Sultan HB II Jadi Pahlawan Nasional Berlanjut, Begini Perkembangannya

Kamis, 07 Mei 2026
Dilihat 25 kali
Proses Pengusulan Sri Sultan HB II Jadi Pahlawan Nasional Berlanjut, Begini Perkembangannya

Proses pengusulan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB) II menjadi pahlawan nasional terus berlanjut. Penggarapan naskah akademik (NA) yang menjadi jantung dari pengusulan ini pun sudah hampir selesai. 

Hal tersebut dikatakan oleh Prof. Djoko Marihandono pada saat audiensi dengan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat pada Rabu, 6 Mei 2026 di Pendopo. Audiensi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Trah Sultan HB II, Dinas Sosial PMD, Disparbud, Pemerintah Desa Pagerejo hingga utusan resmi dari Keraton Yogyakarta.

Prof. Djoko memaparkan dalam penyusunan NA dokumen sejarah Sultan HB II mengalami sejumlah tantangan besar. Ia menuturkan ada ratusan naskah yang jika disertakan lengkap, satu naskahnya bisa lebih dari 250 halaman dalam berbagai bahasa, yakni Belanda, Perancis hingga Inggris.

"Kesulitan terbesar justru terletak pada teks berbahasa Jawa dengan tulisan Jawi dan Aksara Jawa. Saat ini progress naskah tersebut sudah mencapai 99 persen," jelas Prof. Djoko kepada wartawan.

Selanjutnya, lanjut Prof. Djoko, pihaknya akan melengkapi syarat administrasi lain, seperti tanda tangan perwakilan putra HB II. "Putra dari Sultan HB II jumlahnya ada 80, akan segera ditelusuri. Ini juga akan memperjelas hubungan historis antara Pagerejo atau Wonosobo dengan Keraton Yogyakarta dari masa ke masa," ungkapnya.

Pada saat yang sama, Perwakilan Keraton Yogyakarta Romo Artha Pararta Dharma mengatakan pihak keraton siap membantu membuka arsip untuk melengkapi persyaratan administratif yang dibutuhkan. "Salah satu yang dibutuhkan adalah membuka arsip Keraton Yogyakarta untuk mendata nama-nama keturunan Sultan HB II guna melengkapi persyaratan administrasi. Selain itu, situs-situs terkait juga akan diteliti lagi," ucap dia.

Dikatakan Romo Artha, sultan dikenal dengan julukan Sultan Sepuh tersebut lahir di Lereng Gunung Sindoro. Salah satu Teknik pertahanan Sultan HB II yang luar biasa dalam melawan penjajah yakni merekrut prajurit perempuan, yang membentang dari Muntilan hingga Wonosobo. 

"​Setelah tahap audiensi ini, rencananya akan segera dibentuk Tim Pengusulan Pahlawan Daerah (TP2GD) untuk membawa berkas tersebut secara resmi ke tingkat nasional di Jakarta," imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan Trah Sultan HB II sekaligus Ketua Yayasan Vassati Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto mengapresiasi atas dukungan dari berbagai pihak yang mendukung pengusulan ini. Dikatakan Fajar, Sultan Hamengkubuwono II dikenal sebagai salah satu penguasa Yogyakarta yang paling gigih dan vokal dalam menentang intervensi asing, terutama saat masa transisi kekuasaan dari Belanda ke Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles. 

"Keberaniannya memuncak pada peristiwa Geger Sepehi tahun 1812. Sultan HB II memilih untuk mempertahankan kedaulatan keraton meski harus menghadapi gempuran artileri berat pasukan Inggris. Sikap pantang menyerah inilah yang menjadi landasan utama kuatnya usulan gelar Pahlawan Nasional, sebagai bentuk penghormatan atas konsistensi beliau dalam menjaga marwah bangsa dari penjajahan," jelas Fajar.

Selain perlawanan fisik, lanjut Fajar, visi Sultan HB II dalam memperkuat pertahanan wilayah juga mencakup penguatan basis militer di daerah-daerah strategis, termasuk wilayah pegunungan seperti Wonosobo. Di sana, Sultan HB II tidak hanya memanfaatkan bentang alam sebagai benteng alami, tetapi juga membangun loyalitas rakyat melalui pembentukan korps prajurit yang inklusif, termasuk keterlibatan prajurit perempuan yang legendaris. 

"Jejak historis ini menjadi bukti bahwa semangat perlawanan Sultan HB II bersifat akar rumput dan terintegrasi secara luas melampaui tembok keraton, yang hingga kini nilai-nilainya masih dijaga erat oleh masyarakat di lereng Sindoro," tutur Fajar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan proses pengusulan yang dimulai dari tingkat kabupaten harus melalui telaah mendalam sebelum melangkah ke tingkat provinsi maupun pusat. "Tahapan pengusulan dari tingkat kabupaten harus benar-benar ditelaah oleh dinas terkait. Ini penting agar saat naik ke tingkat Provinsi dan Pusat, dokumen kita sudah solid," ucap Afif.