Puluhan Tahun Jual Daun Pisang, Painah Wujudkan Impian Berangkat Haji
Kisah inspiratif datang dari salah satu calon jamaah haji asal Kabupaten Wonosobo, Painah (65), warga Dusun Ngedok, Kelurahan Wonosobo Barat.
Painah berhasil berangkat ke Tanah Suci setelah puluhan tahun menabung dari hasil berjualan daun pisang.
Sehari-hari, Painah mencari nafkah dengan menjual lembaran daun pisang di Pasar Pagi Wonosobo dan sejumlah warung di sekitar desanya. Aktivitas itu telah ia jalani selama bertahun-tahun dengan penuh ketekunan demi mengumpulkan biaya haji.
Setiap dini hari, saat sebagian besar warga masih terlelap, Painah sudah bersiap menuju pasar sejak pukul 01.30 WIB. Daun pisang yang dijual dipetik langsung dari kebunnya sendiri, kemudian dibawa menuju pasar dengan berjalan kaki melewati medan menanjak.
Harga daun pisang yang dijual pun relatif murah, mulai dari Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per lembar. Dari hasil jualan sederhana tersebut, Painah menyisihkan uang sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji.
Setelah menunggu sekitar 14 tahun sejak pendaftaran, Painah dijadwalkan berangkat haji pada Mei 2026 bersama Kloter 22. Keberangkatannya menjadi buah dari kerja keras dan kesabaran yang dijalani selama puluhan tahun.
Meski telah berusia 65 tahun, Painah mengaku optimistis dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Ia merasa kondisi fisiknya masih kuat karena sehari-hari terbiasa mengangkat dan menggendong daun pisang dengan berat mencapai puluhan kilogram untuk dibawa ke pasar melalui jalan yang panjang dan menanjak. (FAZ)