Sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia penyiaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah bersama Komisi Penyiaran Indonesia Pusat menyelenggarakan Radio Academy 1 pada Kamis 5 Maret 2026.
Bertempat di aula Setda Banjarnegara, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 56 lembaga radio dari wilayah Banjarnegara, Kebumen, Purbalingga, Banyumas, dan Wonosobo. Program tersebut menjadi ruang pembelajaran terpadu bagi pengelola dan praktisi radio untuk memperkuat kapasitas manajerial, produksi konten, serta strategi pengembangan siaran.
Komisioner KPI Pusat, I Made Sunarsa, menjelaskan, Radio Academy dirancang untuk menjawab dinamika industri penyiaran, mulai dari digitalisasi hingga persaingan media. Ia menegaskan, melalui kombinasi kelas teori dan praktik, peserta diharapkan mampu menerapkan inovasi secara langsung dalam pengelolaan radio di daerah masing-masing.
Sementara itu, Penjabat Sekda Banjarnegara, Tursiman, menilai penguatan kapasitas insan penyiaran menjadi momentum penting di era transformasi digital. Menurutnya, radio tetap memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi, informasi yang benar, serta nilai kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga kualitas program harus terus ditingkatkan.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah praktisi nasional, seperti Chandra Novriadi dari Female Radio Jakarta, Dendan Ronggo Astono dari Phoenix Radio Bali, serta Eddy Prastyo dari Suara Surabaya Media. Para narasumber berbagi pengalaman tentang pengelolaan konten, manajemen siaran, dan inovasi, guna mendorong lahirnya radio daerah yang lebih kreatif dan berdaya saing.