Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan desa yang kerap dipenuhi sampah, sekelompok pemuda Desa Wonokampir, Kecamatan Watumalang, membentuk komunitas relawan sampah bernama Raksakawana. Inisiatif ini sekaligus menjadi upaya nyata menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Ketua Raksakawana, Handito menjelaskan, komunitas bermula pada 2022, saat kelompok pemuda mulai menaruh perhatian terhadap kegiatan konservasi alam. Hal ini pula yang membuat para pemuda tergerak setelah melihat banyak sampah menumpuk di sekitar pemukiman.
Ia menambahkan, kemudian bersama Tim Penggerak PKK Wonokampir, mereka berkomitmen untuk turut menangani masalah sampah yang ada di desa. Kini, setiap Minggu pagi, relawan mengumpulkan sampah dari rumah-rumah warga, lalu membawanya ke lokasi penampungan untuk dipilah atau dimusnahkan.
Kepala Desa Wonokampir, Kumpul mengungkapkan, jenis sampah di desa dinilai berbeda dengan perkotaan. Jika di kota banyak sampah masih bernilai ekonomis, di desa sebagian besar sampah sudah tidak bisa dimanfaatkan. Hal inilah yang membuat peran relawan semakin penting, sebab tanpa penanganan, sampah berpotensi menumpuk dan mencemari lingkungan.
Ia menuturkan, relawan sampah Raksakawana mayoritas beranggotakan pemuda, berbeda dengan bank sampah di daerah lain yang umumnya dikelola ibu-ibu. Kendati semangat pemuda sangat tinggi, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas. Pemerintah desa berharap ada dukungan lebih lanjut, baik dari desa maupun kabupaten terhadap fasilitas pengelolaan sampah, termasuk bank sampah dan alat pembakaran khusus bagi sampah yang tidak dapat didaur ulang.