Bencana tanah longsor pada Jumat, 8 November 2023 di Dusun Sarijoyo Desa Sariyoso mengakibatkan ratusan orang dan rumah huni mengalami krisis air bersih.
Kalak BPBD Wonosobo, Dudy Wardoyo menyampaikan longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Diketahui longsor terjadi akibat sebuah tebing di wilayah tersebut mengalami jenuh karena air hujan.
Ia melaporkan bahwa hujan disertai angin selama 3 jam lebih membuat lahan setinggi 30 meter lapuk dan berguguran ke pemukiman warga. Tanah serta bebatuan tebing mengenai 140 rumah huni dan juga menimpa sebuah pipa aliran Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Akibatnya 140 rumah dan 360 jiwa terdampak krisis air bersih.
Setelah melakukan evakuasi berkala, pihaknya juga bergerak cepat untuk mencatat kebutuhan air bersih untuk warga terdampak longsor. Sampai dengan hari Minggu, 10 November 2023, BPBD Wonosono sudah melakukan dropping air sebanyak dua kali. Pertama sebanyak 5.000 liter menyusul hari kedua sebanyak 10.000 liter air bersih.
Ia menambahkan insiden ini menyebabkan kerugian materil cukup besar karena banyak rumah warga yang mengalami rusak ringan hingga parah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Mengingat hujan yang terjadi beberapa hari ini cukup deras, Dudy meminta supaya masyarakat tetap waspada.
Lebih lanjut, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat juga turut memberikan imbauan. Terutama bagi masyarakat yang hidup berada di wilayah rawan bencana seperti di sekitaran sungai dan tebing.
Ia berharap masyarakat bisa terus waspada banjir, longsor, dan pohon tumbang. Bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk dapat menyimpan nomor telepon petugas penanggulangan bencana dan juga puskesmas. (FAZ)