Guna meningkatkan komitmen dalam upaya konvergensi dalam penanganan stunting dapat efektif dan mencapai tujuan. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Rembug Stunting Jilid 2 Periode 3 di Pendopo Bupati pada Kamis 2 November 2023. Kegiatan itu diselenggarakan sebagai langkah konsolidasi serius, mulai dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menyampaikan, berkat sinergi yang baik, kinerja penurunan stunting Wonosobo mampu menekan hingga 5,4%, lebih tinggi daripada capaian tingkat nasional sebesar 2,8%, bahkan prestasi tersebut juga diapresiasi oleh Pemerintah Pusat. Afif mengungkapkan, kompleksitas stunting mengharuskan seluruh pihak untuk berkolaborasi secara berkesinambungan, semakin menguatkan sinergi bersama, sekaligus menurunkan prevalensi stunting secara signifikan.
Bupati menuturkan, upaya tersebut tidak boleh terhenti meskipun angka stunting terus turun, berdasarkan penimbangan serentak pada bulan Agustus 2023 angka stunting mencapai 15,2%. Capaian itu merupakan pertanda untuk lebih meningkatkan upaya percepatan penanganannya, tidak hanya guna mencapai target 14% ditahun 2024, namun juga membebaskan anak-anak Wonosobo dari stunting dan risiko stunting, dengan dampak jangka panjang meningkatnya kualitas sumber daya manusia.
Bupati berharap, upaya konvergensi bersama itu mampu mencegah munculnya lebih banyak permasalahan stunting dan tidak muncul kasus baru sehingga terwujud zero stunting.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia mengapresiasi langkah Kabupaten Wonosobo yang berupaya keras dalam menangani kasus stunting. Menurutnya berbagai upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Wonosobo dapat menjadi percontohan bagi daerah lain guna turut mewujudkan zero stunting.