Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

SARI Wonosobo Gelar Pembekalan Enumerator Pemetaan Anak PMI dan Disabilitas

Rabu, 02 September 2026
Dilihat 1 kali
SARI Wonosobo Gelar Pembekalan Enumerator Pemetaan Anak PMI dan Disabilitas

SARI Wonosobo Gelar Pembekalan Enumerator Pemetaan Anak PMI dan Disabilitas
 

Social Analysis and Research Institute (SARI) Wonosobo menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi para enumerator pada 1–2 September 2026 di Aula Diskominfo Kabupaten Wonosobo. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan awal sebelum dilaksanakannya riset dan pendataan komprehensif mengenai kondisi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditinggalkan orang tuanya ke luar negeri, anak PMI disabilitas hingga purna PMI disabilitas. 

Program riset inklusif ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya perhatian serta perlindungan dari negara maupun pemerintah daerah terhadap anak-anak PMI dan kelompok disabilitas. Pendataan di lapangan difokuskan untuk memetakan pemenuhan hak-hak dasar anak, mulai dari akses wajib belajar 12 tahun, jaminan kesehatan, hak tumbuh kembang dan bermain, hingga jaminan perlindungan dari ancaman kekerasan, eksploitasi, serta penelantaran anak di tingkat desa.

Ketua SARI Wonosobo, Tri Hananto, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini ditujukan agar para enumerator siap turun langsung ke 16 desa dampingan selama tiga minggu ke depan. Ia menjelaskan, isu pendataan anak PMI dan kelompok disabilitas ini merupakan hal baru yang perlu disikapi secara serius oleh para pendamping pekerja migran. Menurutnya, pemenuhan hak anak-anak PMI selama ini masih jauh dari harapan sehingga membutuhkan langkah nyata dan perhatian sinergis dari pemerintah daerah.

Ia menambahkan, hasil akhir dari asesmen di Wonosobo yang juga berjalan serentak di tujuh kabupaten lain di Indonesia nantinya akan dihimpun menjadi satu data terpadu. Data tersebut bakal dimanfaatkan sebagai alat advokasi nasional sekaligus masukan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menyusun kebijakan berpihak pada kebutuhan anak serta pekerja migran.