Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.4/690 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai (HP) Bagi Anak-anak pada awal April lalu. Hal ini disambut baik oleh sejumlah pihak dan dinilai menguatkan regulasi pengetatan pemakaian HP di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Musofa yang ditemui belum lama di Gedung Sasana Adipura mengatakan, SE ini menjadi landasan agar orang tua dan guru di sekolah bisa mengimplementasikannya. Ia mengatakan, selama ini sekolah-sekolah di Wonosobo telah membatasi penggunaan gadget namun dengan adanya aturan tersebut menjadi lebih tegas.
Musofa juga meminta agar guru berhati-hati terhadap pemakaian HP, kecuali untuk mendukung pembelajaran di kelas. Menurutnya, Disdikpora akan melakukan pengawasan dan tak segan melakukan pemanggilan jika terdapat pelanggaran.
Ditemui secara terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Wonosobo, Kuwat, mengatakan pihaknya mengapresiasi dengan terbitnya SE Bupati tentang Pembatasan Penggunaan Gawai (HP) Bagi Anak-anak. Kuwat mengaku hal ini mempertegas pembatasan penggunaan HP di sekolah tersebut.
SMP Negeri 1, menurut Kuwat, telah memberlakukan pembatasan penggunaan HP sejak 2024 lalu. Sebelum ada aturan itu, Kuwat mengaku situasi belajar mengajar menjadi kurang kondusif. Ia tak ingin hal ini terus terjadi pada siswanya.
Pihaknya bahkan pernah melakukan survey terhadap siswa, guru dan orang tua terkait penggunaan HP. Hasilnya, tujuan penggunaan HP yang efektif hanya sekitar 20 persen. Maka dari itu, SMP Negeri 1 memberlakukan pembatasan penggunaan HP dengan langkah yang ketat.
Dikatakan Kuwat, para siswa harus mengumpulkan HP masing-masing ke dalam box sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian ketua kelas akan meletakkannya di ruangan yang dinilai aman dan jauh dari ruang kelas.
Jika diperlukan untuk mendukung kegiatan belajar, siswa harus memberikan surat rekomendasi dari guru untuk mengambil HP. Surat tersebut harus ditunjukkan kepada petugas penjaga, dan HP bisa diambil. Usai pembelajaran, HP harus kembali ke tempat semula.
Salah satu siswa kelas 8, Namira, menilai pembatasan penggunaan HP sangat baik. Sebab menurutnya jika tak dibatasi, banyak siswa yang menggunakan HP ketika pelajaran. Ia sendiri mengaku tak keberatan jika setiap hari harus mengumpulkan HP dan mengambilnya ketika pulang sekolah.