Dalam rangka mewujudkan daerah ramah investasi, Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus-menerus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi penanam modal, salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi.
Di Kabupaten Wonosobo sendiri iklim investasi dan berusaha tengah terus berkembang meskipun masih memerlukan perhatian khusus. Hal ini disampaikan oleh Plt Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat menghadiri Bimbingan Teknis/Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Albar menyebut sebanyak 7.153 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah terbit pada awal tahun hingga triwulan II tahun 2024, realisasi tenaga kerja sejumlah 194 TKI, dan realisasi investasi pada periode yang sama mencapai Rp91 Miliar 520 Juta 297 Ribu 995, namun sayangnya masih terdapat sebanyak 153 proyek Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Nihil.
Maka dari itu ia berharap bimbingan teknis ini dapat memperdalam pemahaman seluruh peserta, sehingga semakin familiar dengan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) dan akan semakin disiplin dan tertib pula dalam menyampaikan LKPM.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala DPMPTSP Wonosobo, Retno Eko Syafariati menyampaikan pihaknya terus mendorong pelaku usaha untuk dapat meningkatkan produknya. Apalagi tahun ini Wonosobo memiliki daya tarik wisatawan yang cukup tinggi sehingga hal ini menjadi peluang terhadap para pelaku usaha di Kabupaten Wonosobo.
Salah satunya melalui pengurusan ijin terhadap usaha sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan manajemen yang semakin matang ia yakin peluang untuk berjejaring akan semakin besar termasuk kepada investor di Kabupaten Wonosobo.