Usia lanjut sering kali dianggap sebagai masa istirahat setelah berbagai fase kehidupan. Namun, bagaimana lansia menjalani masa tuanya sangat bergantung pada kesiapan fisik, mental, dan sosial. Kehadiran Sekolah Lansia di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar mampu mengoptimalkan para lansia.
Seperti halnya yang disampaikan oleh Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, Sekolah Lansia dirancang untuk memberikan bekal dalam 7 dimensi lansia tangguh, mulai dari aspek fisik, mental, spiritual, hingga sosial. Ia menilai Sekolah Lansia di Desa Lamuk memiliki keistimewaan lantaran berhasil berjalan konsisten selama tiga tahun berturut-turut. Terlebih anggaran pelaksanaan program ini selama dua tahun belakangan berasal dari dana desa.
Lebih lanjut Aldhiana berharap, seluruh desa di Kecamatan Kalikajar dapat melakukan hal yang sama. Akan tetapi ia menyadari berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses penyelenggaraan Sekolah Lansia. Ia juga berpesan kepada seluruh desa dapat memenuhi hak dan kebutuhan lansia di wilayahnya.
Di Desa Lamuk, Sekolah Lansia sudah dilaksanakan di tiga dusun, yakni Semanding, Pangempon, dan terbaru di Dusun Pencil. Kepala Desa Lamuk, Zaenur Rosidi, berkomitmen akan terus melaksanakan program ini di seluruh dusun yang ada di Desa Lamuk. Ia menekankan bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan para lansia agar tetap merasa berguna dan mampu berkontribusi. Selain itu juga memberikan motivasi dan membekali lansia agar bisa menjalani masa tua dengan lebih bermakna dan mandiri. Di Dusun Pencil sendiri, ada 63 lansia yang mengikuti program ini.
Dalam wisuda tahap tiga ini ada satu peserta berusia lebih dari 100 tahun. Ini menunjukkan bahwa program ini disambut baik oleh masyarakat Desa Lamuk dan Dusun Pencil utamanya. Zaenur bersyukur program ini mendapat antusias besar dari masyarakat sehingga ia berkomitmen melanjutkan program ini. (FAZ)