Komunitas Perupa Wonosobo menggelar pameran seni rupa di Gedung Arpusda Wonosobo dengan tema “Melacak Sejarah Seni Lukis Wonosobo dari Akar Tradisi Menuju Eksistensi Kini.” Pameran ini menampilkan 95 karya, hasil dari seniman lokal hingga pelajar, dan berlangsung hingga 29 Oktober. Kegiatan ini difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 10 melalui dukungan fasilitas kebudayaan Pemerintah pada tahun 2025.
Ketua Komunitas Perupa Wonosobo, Rohmat Syafii, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal memamerkan karya, tetapi juga bagian dari upaya menelusuri sejarah seni rupa di Wonosobo. Pihaknya menyebut program ini dmulai dari riset sejarah seni lukis, lalu edukasi ke lima SMA, dan baru ditutup dengan pameran bersama.
Lima sekolah yang menjadi sasaran edukasi adalah SMA Negeri 1 Wonosobo, SMK Informatika, SMA NU Kejajar, SMA Takasus, dan SMA Muhammadiyah Wonosobo. Dari kegiatan ini, karya pelajar dipilih untuk dipamerkan bersama karya para perupa senior.
Dalam proses penelusuran, komunitas menemukan lebih banyak nama pelukis Wonosobo dibanding yang selama ini diketahui publik. Selain tokoh seperti Adam Ley dan Kartomo, serta nama-nama lainnya.
Lebih lanjut, Rohmat menyebut Komunitas Perupa Wonosobo saat ini beranggotakan sekitar 30 anggota yang aktif berkegiatan. Mereka rutin mengikuti acara seni terbuka, melakukan menggambar langsung di lokasi (on the spot), hingga bergabung dengan komunitas seni dari Yogyakarta.
Rahmat berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran berkomunitas dan membuka jaringan dengan seniman luar daerah. Ia juga mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah terhadap perkembangan seni rupa di Wonosobo. (FAZ)