Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

SISWA SMK WONOSOBO CIPTAKAN GRANULATOR, UBAH PUPUK CAIR JADI GRANUL

Selasa, 04 November 2025
Dilihat 23 kali
SISWA SMK WONOSOBO CIPTAKAN GRANULATOR, UBAH PUPUK CAIR JADI GRANUL

Seorang siswa SMK Negeri 1 Wonosobo, Farros Zaid Maulana, berhasil menciptakan inovasi alat bernama Granulator dalam ajang Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2025. Alat rancangannya itu mampu mengubah pupuk cair organik menjadi bentuk granul kering yang lebih efisien, praktis, dan memiliki daya simpan hingga dua tahun.

Farros menjelaskan, ide ini muncul dari permasalahan petani yang kesulitan menggunakan pupuk cair karena bau menyengat, sulit disimpan dan cepat rusak. Selain itu, ia juga memanfaatkan sekam padi sebagai bahan dasar. Menurutnya, sekam padi adalah limbah pertanian yang melimpah namun tidak memiliki nilai ekonomi. Sehingga melalui Granulator, Farros mengolah pupuk cair dan sekam padi menjadi butiran granul. 

Proses kerja alat ini cukup sederhana. Campuran pupuk cair dan arang sekam padi dimasukkan ke dalam mesin Granulator untuk digiling, ditekan, lalu dipotong menjadi butiran sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah dijemur hingga kering, butiran granul siap digunakan. 

Farros mengatakan, granul yang dihasilkan tidak hanya tahan lama, tetapi juga bisa dilarutkan kembali ke air sesuai kebutuhan tanaman. Farros menambahkan, sekam mengandung karbon yang mampu menyerap nutrisi dari pupuk cair sehingga hasilnya tetap berkualitas.

Ia menuturkan, Granulator masih dalam tahap uji coba lapangan dan telah diuji di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sawangan melalui program ketahanan pangan. Farros berharap, inovasinya dapat membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mendorong masyarakat agar lebih kreatif memanfaatkan limbah organik. Ia menegaskan, banyak potensi di sekitar yang bisa diolah menjadi produk bermanfaat jika dikelola dengan inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.