Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Sobo Srawung Jadi Program Pendampingan Kesehatan Mental Siswa di Wonosobo

Kamis, 03 September 2026
Dilihat 3 kali
Sobo Srawung Jadi Program Pendampingan Kesehatan Mental Siswa di Wonosobo

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menginisiasi program Psikolog Masuk Sekolah melalui Sobo Srawung. Program tersebut menjadi upaya pemerintah untuk mendampingi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam mengelola kesehatan mentalnya. 

Kepala Bappeda Wonosobo Tono Prihatono menjelaskan, gagasan program ini berawal dari aspirasi masyarakat dalam Musrenbang RKPD 2027 yang direspons positif oleh Bupati Wonosobo. Sebagai bentuk tindak lanjut, Bappeda mengandeng organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPKBPPPA) untuk menggarap program tersebut. 

"Kami juga berterima kasih karena mendapat dukungan dari Ikatan Psikolog Klinis Jawa Tengah serta para psikolog dari RSI Wonosobo, PKU Muhammadiyah dan RSUD KRT Setjonegoro. Kami ingin para siswa bisa terdampingi emosionalnya, terdampingi ketika dia punya masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Dengan pendampingan psikolog ini jadi upaya pemerintah hadir untuk anak-anak yang punya kebutuhan khusus," jelas Tono yang ditemui pada saat pelaksanaan program di SMP Negeri 1 Kalikajar, pada Kamis, 3 September 2026. 

Tono menambahkan, tahap awal program yang dimulai pada September 2026 ini menyasar tujuh sekolah jenjang SMP yang dipilih berdasarkan indikator iklim dan keamanan sekolah pada Asesmen Rapor Pendidikan. Jenjang SMP dipilih secara khusus karena para siswa berada pada masa transisi menuju usia remaja. 

Untuk mekanisme pelaksanaan diawali dengan skrining bersama Dinas Kesehatan. Hasil skrining tersebut kemudian dianalisis oleh tim psikolog untuk menentukan bentuk intervensi dan pendampingan lanjutan. Selain pemeriksaan mental, kegiatan juga diisi dengan pemberian motivasi pengembangan cita-cita oleh Dinas PPKBPPPA Bersama Duta Genre Kabupaten Wonosobo.

"Tidak semua anak punya latar belakang normal, ada yang punya tantangan keluarga maupun kondisi ekonomi. Sehingga anak-anak itu perlu perhatian khusus. Di sini pemerintah hadir agar perkembangan mereka bisa tumbuh normal dan tentu tujuan besar Indonesia Emas 2045 akan tercapai," imbuhnya.

Nantinya, hasil asesmen dari para psikolog akan didalami dan pihaknya akan membantu jika memerlukan pendampingan. Pada 2027 mendatang, Sobo Srawung akan menyasar lebih banyak sekolah dan dilaksanakan di bawah naungan Disdikpora.

"Kami harap Sobo Srawung bisa jalan terus, karena tantangan tumbuh kembang anak di masa depan lebih berat dan penuh tantangan. Sehingga perlu anak untuk banyak didengarkan dan mendapat ruang bicara, sebab hal ini akan mempengaruhi pergaulan juga hubungan dengan masyarakat," ucap Tono. 

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kalikajar Ellna Amperawati mengapresiasi kehadiran tim psikolog di sekolahnya. Berdasarkan hasil asesmen awal dari Sobo Srawung, teridentifikasi sebanyak 35 siswa yang membutuhkan penanganan mental lebih lanjut dari total seluruh siswa.

"Kegiatan ini luar biasa karena selama ini belum pernah ada asesmen khusus seperti ini. Biasanya pendampingan hanya dilakukan oleh wali kelas dan guru BK. Dari asesmen ini, kami jadi tahu ada 35 anak yang butuh intervensi khusus agar kondisi mental mereka bisa kembali pulih dan beraktivitas normal seperti teman-temannya yang lain," kata Ellna.

Ellna berharap program Sobo Srawung tidak berhenti pada satu kali kunjungan dan tidak hanya menyasar kelas 8 saja. Melainkan dapat menjangkau seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9 secara berkelanjutan.