Ketersediaan stok pupuk subsidi di daerah, khususnya di Desa Patakbanteng, Kecamatan kejajar, Kabupaten Wonosobo sangat membantu petani yang banyak menanam komoditas cabai. Para petani kini semakin mudah menebus pupuk bersubdidi melalui aplikasi iPubers.
Salah satu pemilik kios pupuk, Baniyah, mengatakan petani Patakbanteng masih membudidayakan cabai gendot. Seperti diketahui, jenis cabai ini tengah viral dan banyak diulas konten creator di banyak media sosial.
Pengelola Kios Sumber Riski ini menilai, system penebusan pupuk bersubsidi saat ini lebih memudahkan petani dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga yang dirasakan oleh petani di wilayahnya. "Penebusan pupuk sekarang dirasa lebih mudah, lebih cepat, dan harganya lebih murah," ucap Baniyah kepada jurnalis pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia menambahkan, sistem penebusan melalui aplikasi iPubers juga direspon positif oleh para petani sebab bisa mengurangi beban administrasi dan menyingkat waktu penebusan. "Memang mengurangi administrasi dan antrean. Apalagi semua data di dalam satu bendel laporan bulanan," ucapnya.
Baniyah juga menyebut bahwa stok pupuk subsidi di kios selalu tersedia sesuai permintaan petani. Pihaknya mengimbau untuk ditebus mengingat berpengaruh pada laporan dan kuota.
Sementara itu terkait penetapan harga pupuk subsidi saat ini, dikatakan Baniyah sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah dan tertera di kiosnya. Harga tersebut tertulis dalam Keputusan Menteri Pertanian No.1359/Kpts./HK.150/M/12/2025 dan No. 1396/Kpts./SR.310/M/12/2025.
Menurut aturan itu, harga Pupuk per 50 kg untuk jenis NPK Kakao harga per sak Rp132 ribu, SP-36 per sak Rp120 ribu, NPK Phonska per sak Rp92 ribu, Pupuk Urea Rp90 ribu, Pupuk ZA Rp68 ribu, dan pupuk Organik Petroganik per 40 kg Rp25 ribu.
"Kami tempelkan papan harga pupuk di dekat etalase juga supaya penebus bisa memastikan agar sesuai," katanya.
Pada saat yang sama, salah satu petani asal Patakbanteng penerima pupuk subsidi Ahmad Wahib, menyebut bahwa pengalamannya menebus pupuk subsidi saat ini dipermudah dengan i-Pubers. "Sebenarnya hampir sama. Tapi penebusannya lebih mudah karena sudah ada akunnya dan stok selalu ada hanya quota yang berkurang," kata Wahib ketika menebus pupuk subsidi.
Wahib menceritakan pengalaman sebelumnya, saat ayahnya yang terdata, ia bisa mendapat 1 ton, dan sekarang hanya tinggal 3 kuintal. Ia mengatakan setiap tahun harus update terus menerus, mengingat kebutuhan yang sangat besar tidak disubsidi seperti kentang.
Menurutnya, ketersediaan pupuk subsidi yang lancar juga mempengaruhi hasil panen. Selain juga bergantung pada musim serta komoditas yang ditanam.
"Selain menanam kentang, kami juga menanam cabai gendot yang dapat jatah pupuk subsidi. Jadi kalau harga pupuk turun juga meringankan kami, namun kami harus lapor dan menebus semua sesuai kuotanya supaya kedepan tidak berkurang," tutup Wahib.