Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Sukses Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis Wonosobo 2026 Terus Diperluas

Selasa, 26 Mei 2026
Dilihat 7 kali
Sukses Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis Wonosobo 2026 Terus Diperluas

Pemerintah Kabupaten Wonosobo sukses mendongkrak capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga berhasil melampaui target berkala yang telah ditetapkan pada pertengahan tahun 2026. Program yang awalnya digulirkan sejak tahun 2025 sebagai hadiah ulang tahun bagi warga negara ini, kini diperluas esensinya menjadi layanan deteksi dini penyakit yang menyasar seluruh kelompok umur masyarakat mulai dari bayi hingga lansia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan saat menggelar layanan CKG di Pondok Pesantren Rahmatul Ummat Wonobungkah beberapa waktu lalu. Jaelan menyampaikan, hingga memasuki hari kerja ke-92 di tahun 2026, program ini tercatat telah berhasil melayani sebanyak 224.979 warga Wonosobo. Angka tersebut setara dengan 24,2 persen dari total populasi, di mana raihan ini berhasil melewati target berkala yang semula dipatok pada angka 22,58 persen.

Jaelan menjelaskan, capaian ini tidak terlepas dari upaya memperluas jangkauan dengan sistem jemput bola ke sekolah, perusahaan, hingga komunitas. Ia menambahkan, pada tahun 2025 lalu target CKG yang berada di angka 36 persen berhasil terealisasi sebesar 39,2 persen atau menjangkau sekitar 360 ribu warga, sehingga pada tahun 2026 ini pemerintah daerah optimis menaikkan target CKG hingga 54 persen

Lebih lanjut, Jaelan menegaskan, Dinkes Wonosobo tidak hanya mengejar kuantitas atau jumlah cakupan warga yang diperiksa secara administratif saja. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas program melalui tindak lanjut klinis, seperti pemberian intervensi obat atau rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bagi warga yang terdeteksi memiliki indikasi penyakit di atas normal.

Pengasuh Pondok Pesantren Rahmatul Ummat Wonobungkah, Gus Faqih, turut mengapresiasi keseriusan tim medis dalam menyukseskan program ini di lapangan. Ia menilai langkah aktif pemerintah dalam membalik paradigma masyarakat dari yang semula baru berobat ketika sakit menjadi sadar pentingnya deteksi dini, merupakan sebuah terobosan yang sangat positif demi mewujudkan ketahanan kesehatan daerah.