Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Tanah Ambles di Kasiran Terus Meluas, Satu Rumah Warga Dibongkar

Senin, 26 Januari 2026
Dilihat 93 kali
Tanah Ambles di Kasiran Terus Meluas, Satu Rumah Warga Dibongkar

Pergerakan tanah ambles yang terjadi di lingkungan Kasiran Baru, RT 03 RW 06, Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo, semakin meluas. Hampir tiga pekan sejak kejadian awal, kondisi tersebut berdampak langsung pada warga, termasuk pembongkaran sebagian rumah yang berada paling dekat dengan titik amblesan.

Kejadian pertama tercatat pada Sabtu, 10 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aliran air hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat pada hari sebelumnya, meskipun saat kejadian cuaca relatif cerah.

Ketua RW 06 Kasiran Baru, Agus Sumarna, menyampaikan bahwa indikasi amblesan sebenarnya telah terdeteksi jauh sebelum peristiwa utama terjadi. Tanda awal berupa lubang kecil muncul di sekitar tugu gapura lingkungan. Lubang tersebut sempat ditangani secara swadaya oleh warga dengan menutupnya menggunakan batu karena dinilai belum berisiko besar.

Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya curah hujan, kondisi di bawah permukaan tanah semakin memburuk. Beberapa pekan sebelum amblesan membesar, warga mulai menemukan rongga di bawah tanah yang menyerupai saluran air. Saat ini, amblesan diperkirakan memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dengan lebar mencapai dua meter dan terus mengalami penambahan setiap kali hujan turun.

Dampak paling serius dirasakan oleh warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi kejadian. Salah satu bangunan mengalami kemiringan akibat pergeseran tanah, sehingga dilakukan pembongkaran sebagian sebagai langkah pencegahan guna menghindari potensi kerusakan yang lebih parah.

Berdasarkan penelusuran warga, amblesan tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan gorong-gorong lama peninggalan era kolonial Belanda yang berada di bawah permukiman. Saluran tersebut berfungsi menampung limpasan air dari wilayah Kota Wonosobo dan menyalurkannya ke area bawah, sehingga aliran air yang besar saat hujan berpotensi menggerus tanah secara terus-menerus.

Selain mengancam bangunan, amblesan juga mengganggu akses transportasi warga. Saat ini, kendaraan roda empat tidak diperkenankan melintas dan diarahkan untuk mengambil jalur alternatif. Akses jalan hanya dibuka terbatas bagi sepeda motor dengan pengawasan warga. Penutupan total jalan akan diberlakukan apabila kondisi dinilai semakin berbahaya.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah melakukan peninjauan langsung serta pengukuran di lokasi terdampak. Rencana Anggaran Biaya (RAB) penanganan juga telah disusun, namun realisasi penanganan permanen masih menunggu kepastian anggaran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret. Mengingat lokasi amblesan berada di kawasan padat penduduk, penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari. (FAZ)