Film Base Genep menunjukan bagaimana kuliner begitu erat dengan kesehatan, budaya, agama, dan juga kelestarian alam. 56 tahun yang lalu Bung Karno mewariskan kepada sebuah kitab setebal 1123 halaman, yaitu Buku Mustika Rasa yang bukan hanya berisi buku dokumentasi dan penyelamatan kekayaan warisan makanan dan minuman tetapi juga sebuah manifesto keaulatan pangan indonesia. Bahkan, Wonosobo sebagai salah satu daerah yang kaya akan bahan maknan di kaki gunung ikut termuat dalam Mustika Rasa yang menjadi pertanda bahwa Wonosobo menyimpan keanekaragaman kuliner yang layak diperhitungkan namun juga perlu dijaga dan dilestarikan.
Berlatar dari Film Base Genep dan Buku Mustika Rasa, pada hari Jum’at 10 Maret 2023 diadakan diskusi bersama dengan Sigit Budi Martono sebagai Founder Pasar Kumandang dan Nuri Azzahra seorang food vloger untuk lebih menyadarkan lagi tentang harta karun kuliner Wonosobo apakah semakin tenggelam atau semakin menyeruak berkompetisi dengan jajanan kekinian. Sigit Budi Martono menuturkan, bahwa lewat cagar kuliner ingin mengajak untuk kembali menghidupkan makanan lokal agar tidak terjajah dengan adanya makanan luar. Walaupun pada dasarnya makanan tradisional wonosobo masih eksis di desa-desa namun belum bisa memberikan nilai tambah dari segi ekonomi sehingga lewat cagar kuliner ini segala potensi di desa bisa di inventariskan agar dimasukkan kedalam etalase ekonomi untuk lebih mempopulerkan lagi.
Sementara itu, Nuri Azzahra, menuturkan bahwa trend makanan saat ini kebanyakan menyasar pada segmen anak muda kekinian mulai lebih meminati makanan sehat karna kesadaran untuk menjga kesehatan mulai menjadi pilihan gaya hidup. Tujuan dari para anak muda dalam berburu kuliner juga sudah mulai bergeser tidak hanya sekedar untuk memberikan rasa kenyang namun juga sebagai sarana fotografi untuk kebutuhan social media. Hal inilah yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan makanan tradisional agar bisa bersaing di era sekarang.