Jamban helikopter atau jamban apung ternyata masih banyak digunakan oleh warga masyarakat yang masih belum memiliki jamban pribadi. Dalam rangka menuju Open Defecation Free di desa Sukorejo Kecamatan Mojotengah, bersama dengan Wakil Bupati, Kapolsek, Danramil, Diskominfo, Puskesmas Mojotengah, dan Camat Mojotengah melaksanakan kegiatan
pembongkaran WC Helikopter atau jamban terbuka yang masih digunakan oleh warga masyarakat.
Camat Mojotengah, Fany Muqorrobin mengatakan untuk Desa Larangan Kulon terdapat 34 titik dan di kalibeber 21 titik, sehingga total di Kecamatan Mojotengah terdapat 120 sampai 130 titik WC Helicopter. Sementara sejauh ini desa yang masih belum ODF yaitu Desa Krasak, Bumirejo, Blederan, Kebrengan, Kalibeber, Wonokromo, dan Pungangan.
Fany menambahkan di minggu ketiga pada bulan ini ditargetkan akan selesai. Kegiatan serupa akan dilanjut pada Hari Minggu di Desa Larangan Kulon namun akan disisakan 7 buah jamban karena masih digunakan untuk umum. Saat ini masih terdapat 30 lebih KK yang sampai saat ini masih belum memiliki WC dan kamar mandi pribadi. Solusinya nanti untuk kakus akan dibuatkan septiteng dari desa yang akan menganggarkan dana sebesar Rp25 juta. Selain itu pada RW 06 Kalibeber terdapat 12 KK yang belum memiliki WC namun karena di tempat tersebut terdapat jaringan sanitasi, kedepannya akan dibuatkan WC sederhana, septiteng, kemudian bantuan kloset serta paralon yang akan terhubung ke jaringan tersebut.
Kepala Puskesmas Mojotengah, dr Hermawan menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran tentang larangan buang air besar sembarangan, serta meningkatkan target di tingkat kecamatan agar bisa mencapai ODF pada Juli mendatang. Sehingga masyarakat bisa beralih dari jamban helikopter menuju jamban pribadi untuk keperluan buang air besar yang lebih higienis.(IKB)