Meskipun tercatat sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak nomor 3 di Dunia, namun peningkatan konsumsi rokok tersebut tidak diikuti dengan tingkat kenaikan cukai yang sebanding. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan rokok ilegal. Rokok illegal semakin banyak beredar meluas di masyarakat, harganya yang lebih murah tentu menjadi faktor pendorong semakin giatnya penyelundupan rokok-rokok illegal.
Maka dari itu Kantor Bea dan Cukai Magelang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo untuk mensosialisasikan larangan penggunaan rokok ilegal. Kepala Diskominfo, Fahmi Hidayat saat memberikan sambutan pada acara Gempur Rokok Ilegal di Reco, Kertek pada Jumat, 30 Juni 2023 mengungkapkan Diskominfo diberikan mandat untuk melakukan sosialisasi terkait Gempur Rokok Ilegal lewat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Untuk itu pada kesempatan kali ini Diskominfo bekerjasama dengan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) melakukan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang dikemas dalam pertunjukan kesenian tradisional di 6 Desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Wonosobo. Pelaksanaan kegiatan di 6 titik lokasi ini dimulai dari Krakal Kretek, Kadipaten Selomerto, Keseneng Mojotengah, Sruni Jaraksari, Tanjunganom Kaliwiro dan Kuripan Watumalang berjalan lancar dan sukses.
Sementara itu, Kantor Bea dan Cukai Magelang bagian Hubungan Masyarakat, Yulis mengaku konsep acara dari Kabupaten Wonosobo sangat menarik. Ia menemukan cara sosialisasi yang berbeda dari kabupaten lain. Ia yakin konsep dan kegiatan yang digelar di Wonosobo dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dan pesan yang di sampaikan lebih mengena. Yulius juga berterimakasih kepada Kabupaten Wonosobo dan seluruh masyarakat yang hadir.
Pada puncak peringatan Gempur Rokok Ilegal ini diumumkan siapa yang keluar menjadi juara terbaik dan juara favorit. Setelah melewati keputusan dewan juri akhirnya FK Metra Sruni Wonosobo berhasil menjadi juara terbaik 1. (FAZ)