Logo Radio Pesona FM
🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari! 🎵 Selamat Datang di Website Radio Pesona FM 92.1 MHz 📻 Wonosobo - Jawa Tengah 🎶 Musik, Berita, dan Hiburan Terbaik untuk Anda ✨ Streaming Live Setiap Hari!

Viral Wisatawan Karaoke di Sikunir, Disparbud Atur Larangan Bawa Speaker ke Puncak

Kamis, 15 Oktober 2026
Dilihat 2 kali
Viral Wisatawan Karaoke di Sikunir, Disparbud Atur Larangan Bawa Speaker ke Puncak

Viral Wisatawan Karaoke di Sikunir, Disparbud Atur Larangan Bawa Speaker ke Puncak
 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) angkat bicara mengenai video wisatawan yang melakukan aksi karaoke di Bukit Sikunir. Disparbud akan segera menyusun aturan tegas yang melarang wisatawan membawa perangkat pengeras suara ke area puncak.

Sebelumnya video wisatawan yang tengah berkaraoke di puncak Bukit Sikunir viral. Dalam video tersebut terdapat seorang pria menggendong speaker aktif sambil berkaraoke. Unggahan video tersebut dihujani komentar negatif dari warga net, sebab dinilai mengganggu suasana.

Kepala Disparbud Wonosobo Fahmi Hidayat menyayangkan aksi wisatwan tersebut. Ia mengatakan bahwa Bukit Sikunir bukan tempat hiburan bising, melainkan destinasi wisata alam golden sunrise yangdinikmati untuk ketenangan, suara alam dan kesejukan pagi. 

Buntut dari aksi tersebut, Fahmi mengatakan perlu ada penataan regulasi dan SOP di pintu masuk. Antara lain dengan membuat aturan tegas melalui Surat Edaran (SE) atau aturan tata tertib Kawasan wisata yang melarang pengungung membawa perangkat pengeras suara seperti speaker portable besar dan sound system ke kawasan puncak.

Lebih dari itu, menurut Fahmi perlu juga ada pemeriksaan di pos retribusi atau pintu masuk dengan memberdayakan petugas lokal, guide atau penjaga puntu masuk. Tugas mereka untuk menyaring dan mengimbau pengunjung agar menitipkan atau tidak membawa barang-barang yang berpotensi merusak kenyamanan wisatawan lain. 

Fahmi juga mengatakan pihak pengelola perlu memberikan sanksi tegas dan penegakan etika jika ada yang melanggar ketentuan. Artinya petugas di lapangan harus sigap menegur atau menghentikan aktivitas wisatawan yang melakukan Tindakan mengganggu ketertiban umum.

Ia berharap nantinya ada papan informasi atau balihi etika mendaki atau berkunjung di Puncak Sikunir. Tentu di dalamya berisi poin-poin seperti larangan membuat kebisingan, ajakan menghargai pendaki lain dan mengelola sampah.

Pihaknya juga akan segera melakukan kolaborasi dengan pengelola lokal dan komunitas. Seperti berkoordinasi dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis), komunitas jeep atau pemandu setempat untuk ikut mengawasi dan menjaga kondusivitas di atas bukit.