Jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Kabupaten Wonosobo, sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, total sampah yang masuk pada 2025 mencapai 38.252 ton, sedangkan pada 2024 berada di angka 43.200 ton.
Dengan demikian, terjadi penurunan sebesar 4.948 ton atau sekitar 11,45 persen. Kepala DLH Kabupaten Wonosobo Endang Lisdiyaningsih menyampaikan bahwa penurunan tersebut menunjukkan upaya pengurangan sampah dari hulu mulai memberikan dampak, meskipun hasilnya dinilai belum signifikan.
Menurutnya, sepanjang 2025 terdapat pengurangan rata-rata sekitar 10 hingga 15 ton sampah per hari dibandingkan tahun 2024. Kondisi ini juga dilihat dari perbandingan aktifitas wisatawan dengan jumlah sampah yang masuk ke TPA.
Untuk tahun 2026, DLH Kabupaten Wonosobo menetapkan fokus penanganan sampah pada pengurangan dari hulu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari desa dan kelurahan hingga lingkup terkecil keluarga. Selain itu, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang telah terbangun akan terus diperkuat agar sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang.
Endang juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah memerlukan biaya operasional, seperti tenaga kerja dan bahan bakar, sehingga diperlukan tanggung jawab dari penghasil sampah. Skema tersebut diharapkan dapat diatur melalui Peraturan Desa (Perdes) dan didukung oleh alokasi anggaran desa.
Selain itu, evaluasi terhadap desa-desa yang telah menjalankan pengelolaan sampah akan dilakukan, termasuk meninjau keberadaan subsidi atau dukungan anggaran untuk operasional. Ke depan, DLH Wonosobo juga menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan sampah dari skala laboratorium menjadi kapasitas besar, yakni 50 hingga 100 ton, sebagai fondasi penanganan sampah yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo. (FAZ)