Wayang merupakan seni pertunjukan kebudayaan masyarakat Nusantara sejak era kerajaan Hindu Buddha. Saat ini, kesenian wayang yang terus tergerus zaman, semakin membuatnya nyaris punah. Salah satunya yakni Wayang Othok Obrol yang merupakan kesenian wayang khas Desa Selokromo, Leksono, Wonosobo.
Saat ditemui jurnalis Radio Pesona FM, Pegiat Budaya, Naniek Widayat menjelaskan, dibanding Wayang Gagrak Mataram pada umumnya, Wayang Othok Obrol mempunyai ciri khas tersendiri. Antara lain sunggingan tokoh wayang dan suluk dalang yang berbeda, ketiadaan sinden atau wiraswara, gamelan yang tidak lengkap atau hanya tujuh alat gamelan, notasi gamelannya yang lebih sederhana, dan biasanya lebih banyak menggelar lakon ruwatan.
Naniek menambahkan, wayang Othok Obrol mengacu pada wayang gagrag Kedu yang menjadi dasar rupa wayangnya. Menurutnya, lakon Wayang Othok Obrol tidak berat untuk dinikmati, karena Wayang Othok Obrol membawakan kisah dari Mahabarata dan Ramayana, dengan lakon-lakon yang familiar dengan selera rakyat seperti Semar Supit dan Semar Cukur.
Hal itulah yang membuat Wayang Othok Obrol sempat populer di Wonosobo. Terlebih, biaya operasionalnya cukup terjangkau karena hanya membutuhkan satu dalang dan delapan wiyaga, tanpa sinden.

Sementara itu, saat menghadiri Pagelaran Wayang Wayang Othok Obrol pada Jumat 17 Maret 2023 di Desa Selokromo. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Agus Wibowo mengungkapkan, lambat laun kesenian asli Tanah Air akan tergerus zaman, bahkan nyaris punah. Untuk itu, sejumlah pihak berupaya melestarikannya agar tetap hidup. Termasuk wayang Kedu yang berkembang di wilayah Kabupaten Wonosobo, yakni Wayang Othok Obrol.
Agus menyampaikan, Wayang Othok Obrol telah lolos verifikasi kajian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sehingga, ini melengkapi beberapa tradisi lain dari Wonosobo yang telah terdaftar sebagai WBTB. Misalnya Ruwatan Rambut Gimbal pada 2016, Hak-hakan pada 2018, serta Tari Topeng Lengger dan Bundengan pada 2020.
Dia menambahkan, guna melestarikan seni dan budaya di Wonosobo, pihaknya telah menghimpun seluruh event-event skala kecil hingga internasional untuk ditampilkan. Pihaknya juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna dapat membuat kesenian-kesenian tradisional itu diminati oleh seluruh lapisan masyarakat.