Keindahan bunga Anggrek selalu berhasil menarik hati orang yang melihatnya. Hal itu membuat varian Anggrek menyandang sebutan sebagai Puspa Pesona karena keindahan dan penampakannya yang cantik. Terkait hal tersebut, Wonopuspo hadir sebagai pusat edukasi dan konservasi anggrek di Kabupaten Wonosobo.
Saat ditemui pada Senin 5 Juni 2023, Sekertaris 2 DPC Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Wonosobo, Mufti Ariwibowo menyampaikan, Wonopuspo merupakan kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama DPC PAI Wonosobo yang berlokasi di Arboretum, Kalianget, Wonosobo. Menurutnya, saat ini Wonopuspo memiliki koleksi sekitar 100 varian spesies anggrek Indonesia.
Mufti mengatakan, diresmikan sejak Januari lalu, Wonopuspo menjadi pusat edukasi dan konservasi anggrek di Wonosobo dan dapat dikunjungi pada Jumat hingga hari Minggu. Ia menambahkan, terdapat berbagai jenis anggrek yang dapat dijumpai, termasuk jenis anggrek langka untuk ditangkarkan dan dibudidaya.
Mufti menuturkan, selain indah, anggrek juga memiliki nilai komersil yang tinggi karena 3 peringkat tanaman yang paling dicari yakni bonsai, anggrek dan anthurium. Mulai dari harga Rp 50.000 - jutaan rupiah, anggrek menjadi salah satu favorit tanaman hias. Namun tidak semua jenis anggrek diperjualbelikan, khususnya spesies yang langka. Berbagai jenis anggrek langka seperti epigenium cymbidiodes yang merupakan maskot anggrek Wonosobo, hingga gramathopyllum spesiosum yang merupakan anggrek terbesar di dunia berasal dari Sumatera juga dapat dijumpai di Wonopuspo.