Permasalahan sampah di Kabupaten Wonosobo terus mendapat perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, timbunan sampah residu tercatat sekitar 130 ton per hari, sebagian besar masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo. Kondisi ini menandakan bahwa persoalan pengelolaan sampah belum tertangani secara menyeluruh, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan, situasi ini perlu segera ditangani dengan strategi yang lebih komprehensif. Ia menilai, banyak desa yang sudah berupaya membeli armada pengangkut sampah, namun sebagian besar sampah tersebut tetap berakhir di TPA tanpa proses pengelolaan lebih lanjut. Menurutnya, perlu adanya solusi nyata, sehingga tidak hanya memindahkan permasalahan dari satu wilayah ke wilayah lain.
Afif menegaskan, tahun 2026 akan menjadi titik fokus pemerintah daerah dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah. Ia menuturkan, penanganan tidak bisa hanya mengandalkan instansi pemerintah, tetapi harus melibatkan masyarakat dan pemerintahan desa. Afif menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar upaya pengurangan volume sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Afif berharap, langkah perbaikan yang dilakukan pada tahun mendatang dapat menjadi momentum penting untuk mengubah pola penanganan sampah menjadi lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Wonosobo menargetkan agar persoalan sampah yang selama ini membebani lingkungan bisa berangsur tertangani dengan baik.